Arsip untuk Juni 15th, 2008

h1

kenapa mesti bohong???

Juni 15, 2008

seorang ibu yang sedang berakting dalam sebuah film bilang sama anaknya; “Bohong itu bukan takut tapi berani. berani melawan. berani menerima resiko kalau kebohongannya ketahuan.” aku suka kata-kata itu karena satu dari sekian yang ada didunia yang tidak ku sukai adalah kebohongan (walaupun aku juga pernah bohong sama orang tapi aku selalu bilang sesudahnya kalau aku bohong dan aku tawarin dia untuk menghukumku).

kenapa sih orang mesti bohong? apa karena ga bisa bicara jujur? atau karena enggan mengtakan hal pahit? atau mungkin merasa ga tega atau ga enak kalau harus mengatakn hal yang semestinya?

bagiku aku lebih menyukai kejujuran walaupun kejujuran itu bisa membunuhku. tapi setidaknya aku tidak dibuatnya mati perlahan oleh sebuah kebohongan. aku lebih baik mati dengan satu tembakan dari pada mati perlahan dengan sayatan-sayatan……

maka jujurlah. pahit memang tapi itulah hal terbaik dari yang terburuk yang mesti kita lakukan coZ sulit nyari orang jujur sekarang …….

h1

Arti sebuah nama

Juni 15, 2008

sudah sebulan lebih aku buat blog ini. awalnya aku sedang iseng karena lelah nyari bahan ga dapet2. eh, ga tahunya ketemu wordpress. padahal sebelumnya aku ga tahu apa itu wordpress. begitu liat wordpress dan disitu ada tulisan tentang buat blog aku jadi penasaran untuk mencoba membuat blog.

menit demi menit terlewat aku sudah bisa membuat blog tapi masih bingung nama apa yang pantas aku berikan pada lumbung inspirasiku ini. setelah berpikir panjang kali lebar kali luas ahirnya ketemu berapa luas bangunan, lho …. ko nyasar, he …..3x3x3x3x3x3x3x3x3x3x3x3x3 ……..x. seumur hidup aku sering penasaran untuk memakai asessoris syal. aku ga tahu ko pengin banget pake syal tapi disis lain aku minder juga takut dikira niru-niru artis. suatu ketika (tapi ‘ketika’ itu kini sudah hilang) ada yang kasih aku syal. aku paling ga bisa jika ngasih sesuatu ditolak jadi aku terima pemberian dia coZ aku juga sayang sama dia (tapi ga tahu dia sayang ga sama aku). so……..ahirnya diringi dengan teriakan malam yang kelam, aku temukan nama yang tepat untuk jabang bayi blogku ini. SyALQ itu namanya. aku tulis juga sub titilenya seperti yang bisa anda lihat diatas. aku yakin (tapi dulu) dia kasih itu sebagai tanda cinta dan doanya yang ia panjatkan untukku, untuk kesuksesan hidupku (dia pernah bilang kalau bakal doain aku sukses dalam segala hal tapi sepertinya tuhan tidak mendengar satu hal dan sekarang aku mengalami kegagalan dalam hal tersebut). sekarang nama itu masih tetap aku pake walaupun syal itu sudah tak lagi aku kalungkan dileherku. aku bungkus dan kumasukan lagi ketempat semula (sebuah kotak kecil berwarna hijau) karena aku tahu kasiat doa dan nilai majis cintanya sudah hilang (ga tahu siapa yang menghilanghkan …) bersama hilangnya dia……

h1

Tuhan mendengarkah Kau….

Juni 15, 2008

Tuhan mendengarkah Kau

teriakanku ini

Tuhan mendengarkah Kau

nyanyianku ini

Tuhan mendengarkah Kau

senandungku ini

senandung jiwa yang tak berjiwa

senandung hati yang telah mati

Tuhan mendengarkah Kau

aku merindunMu dan ciptaanMu

Tuhan mendengarkah Kau

aku mengharapkanMu

membawaku terbang menuju kuil hatinya

untuk bersama bersujud kepadaMu

h1

Untuk dia yang bukan lagi dirinya….

Juni 15, 2008

Hidup memang seperti hantu;penuh misteri. hidup memang seperti angin;datang dan pergi. hidup memang seperti ini; selalu ada yang datang ada yang hilang. ada suka yang tak pernah lepas dari duka. Tapi hidupku entah seperti apa aku tak tahu. kadang ia datang membawa seikat bunga kebahagiaan tapi tak jarang ia hadir membawa belati tajam. menusuk, mencabik, merobek semua yang ada. aku sendiri tak pernah bisa mengerti seperti apa hidup ini. selalu memaksaku berlari meski nafas tak berdesis lagi.

Sekali, aku pernah merasa bahwa aku benar-benar hidup. semua bermula dengan tiba-tiba. Kali ini aku percaya hiudp seperti angin. aku hidup oleh seseorang yang membuatku hidup. entah dari mana datangnya roh itu. tiba-tiba saja aku merasa jiwaku bangkit dari kuburku. layaknya pujangga dengan sajaknya. layaknya bayi dengan air susu ibunya. layaknya nabi dengan wahyunya. selayak itulah hidup saat itu. ya, hanya saat itu saja.

kini aku kembali mati terbaring di bawah nisan ku. dia telah berubah. sungguh benar-benar berubah. jauh dari yang ku kenal dulu. ia yang dulu membawa seuntai senyum dibibirnya. ia yang dulu memeluk jiwa dengan cintanya. ia yang dulu membawa roh bagi jasad matiku kini menjadi malaikat maut atas jiwaku.

entah harus ku gambarkan seperti apa dia. dia menghidupkanku tapi dia juga membunuhku. entah sampai kapan aku berbaring disini dibawah nisan yang ia tancapkan tepat dihati. hingga darahnya mengalir keluar bersama air mata yang ku deraikan. bersama liur yang ku teteskan. bersama segala mimpi yang ku pahatkan didalamnya.

aku mencintaimu bukan untuk menjadikanmu pendusta

aku mencintaimu bukan tuk menjadikanmu penyiksa

aku mencintaimu bukan tuk menjadikanmu bukan dirimu

aku hanya mencintaimu karena aku mencintaimu

mencintai roh yang membangkitkanku

dan juga membenamkanku kembali …..

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.